|

Dari tanggal 4 januari 2010 sampai dengan 15 januari 2010 wempi bersama bos melakukan tugas 'kenegaraan' ke propinsi sumatera selatan dalam misi training qcc untuk pemanen di 3 perusahaan dari 4 perusahaan yang ada di sana. Ilmu qcc sendiri wempi dapatkan sejak bergabung dengan Qitobo [http://www.pdca-consultant.com], sedangkan ilmu sebagai trainer tidak didapatkan dari mana-mana hanya modal dengkul doang, hehe... maksudnya modal nekat dan yang penting harus pede.
Selama ini training sebagian besar cuma buat staff doang terutama sekali buat level managerial yang trainingnya sudah kemana-mana. Untuk itu mulai tahun kemaren sudah dilancarkan training buat pemanen.
Training kali ini adalah QCC, dimana dengan training tersebut diharapkan pemanen dapat melihat dan mencerna masalah mereka sendiri, mencari akar penyebabnya kemudian menyelesaikannya sendiri tanpa melibatkan orang lain dan tidak melemparkan kesalahan kepada orang lain dari masalah yang ada pada diri mereka sendiri.
Peserta training dibuat dalam bentuk team/group. Satu group minimal 4 orang dan maksimal 10 orang [kalo lebih dari 10 orang, dari pengalaman lebih banyak ngobrolnya dari pada kerja]. Group ini harus dalam satu kemandoran. Dan dilaksanakan selama 2 hari per perusahaan dari jam 2 siang sampai jam 8 malam.
Training ini sudah sukses dilaksanakan dan diaplikasikan dalam pekerjaan sehari-hari di perusahaan yang berada di kalimantan barat sebagai pilot project, dengan hasil yang cukup memuaskan.
Sebagai contoh mereka memiliki masalah utama buah tidak terangkut dari pokok sawit ke TPH dengan penyebab utama lokasi tersebut banjir. Selama ini yang mereka laksanakan dengan cara memikul buah sekarang mereka menggunakan sampan untuk menjangkau lokasi banjir tersebut.
QCC tidak mengajarkan target harus sampai nol tetapi group diajarkan ada usaha untuk memecahkan masalah dan penyebabnya secara rasionalĀ atau masuk akal karena mungkin ada penyebab dari faktor eksternal yang tidak bisa dipecahkan oleh group tersebut, dilain sisi qcc juga tidak mengajarkan group untuk menjadikan faktor eksternal sebagai penyebab.
Contoh faktor eksternal yang tidak boleh dimasukkan adalah buah tidak terangkut di TPH [ini merupakan tanggung jawab bagian transport], namun berpengaruh terhadap penghasilan pemanen dan menjadi penyebab pemanen malas.
Hal tersebut di atas sebagian dikit prolog yang disampaikan ke managerial tentang qcc di sumsel.

Berikut ini adalah suasana hari pertama training qcc di PT Tania Selatan.

Setelah training di PT Tania Selatan kelar Perusahaan selanjutnya adalah PT Buluh Cawang Plantation, kalau kagak salah nih lokasinya di LempuingĀ perjalanan arah ke Bengkulu dari Palembang, jarak tempuh 4 sampai 5 jam.

Field Office.

Dengan para manager dan officer.

Manager orang batak nih tapi diphoto ini kok kayak orang melayu ya, haha... dia pun heran.

G1 House.

Trainer yang bermodalkan dengkul itu lagi memberikan pengarahan ke salah satu group qcc di PT Buluh Cawang Plantation kebun Dabuk Rejo.

Ada hal yang mengejutkan sewaktu training di PT BCP ini. Seperti biasa setiap akhir training setelah makan malam maka setiap group harus mempresentasikan didepan rekan-rekannya; masalah, penyebab dan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan beserta target yang ingin dicapai.
Ada mandor yang dapat mempresentasikan hasil kerjaan groupnya sangat lancar sekali hingga managernya pun takjub. Walaupun kerjaan groupnya secara teknis qcc adalah salah tapi dia dapat mempresentasikannya secara luwes dan menguasai apa yang dikerjakannya. Seperti orang jualan obat saja.

Ada juga ustadz yang seharusnya lancar ngomongnya, tetapi di forum ini malah gagap.
Selesai training di PT BCP, perusahaan selanjutnya adalah PT Musi Banyuasin Indah kalo dari palembang 4 sampai 5 jam juga arah ke Jambi, kalau dari PT BCP menjadi 8 sampai 10 jam [dari ujung ke ujung] diputuskan malam itu nginap dulu di palembang. Cari hotel tengah-tengah kota supaya kemana-mana bisa jalan kaki saja.
Di depan hotel ada tukang parkir nawarin pijit, hehe...
"Mau pijit pak."
"Pijit beneran ato pijit-pijitan nih?"
"Pijit-pijitan juga ada kok pak."
"Brapa?"
"Kalo kesana 150ribu sampai 250ribu, kalo dibawa kesini 400ribu."
"Memangnya di hotel ini bisa?"
"Bisa pak, kalau gak hotel ini gak laku pak..."
"Cantik-cantik gak?"
"Cantik pak, bisa milih."
"Oh ya... hm... kapan-kapan aja deh kalo gitu. Lagi capek nih dari perjalanan 5 jam."

Besoknya perjalanan kami lanjutkan ke PT MBI untuk melanjutkan misi training qcc dimaksud. Di PT MBI ada penguat sinyal jadilah wempi berinternet dengan lancar disana, hehe...

Selesai sudah semua misi, pada tgl 15 januari 2010 wempi balik ke kandang di Medan. Hasil training tersebut akan di monitor tiap bulannya hingga bulan mei dan akan diadakan konvensi se region sumsel pada bulan juni 2010, mudah-mudahan sesuai jadwal.
|
Comments
pengen gabung di wilmar maksudnya.
salam kenal
Selamat sukses selalu Mas.
Salam
tapi, bakat itu emang ga bisa dipastiin ada di siapa dan berprofesi apa..
sukses terus jaid trainer ya1
mengajar adalah salah satu belajar yang paling efektif dan meninggalkan pemahaman paling baik di kepala kita. so, jangan pernah merasa kecil bila diberi kesempatan untuk mengajar
RSS feed for comments to this post