Bencana gempa telah singgah ke ranah minang. Kabar yang disampaikan sungguh memilukan. 7,6SR membuat kota padang, kabupaten padang pariaman dan daerah sekitarnya lumpuh total. Rumah runtuh, lampu padam dan guyuran hujan yang juga lebat menambah mencekamnya kondisi. dapat kita rasakan betapa beratnya, tidur di luar gelap-gelapan dan diguyur hujan.
Jaringan telp susah masyuk... xl, flexy dan telepon rumah saja yang bisa dihubungi. Setelah dua hari berselang operator lainnya baru dapat dihubungi. Keluarga alhamdulillah dalam keadaan selamat namun dalam kondisi demam kemungkinan terkena hujan dan angin malam, kemudian rumah dalam kondisi rusak, dapur, teras dan pagar sudah menjadi puing dan debu saja.
Perbincangan cukup lama, bantuan belum ada, para pedagangpun sangat kejam, bensin dijual Rp. 15.000 sampai Rp. 30.000 tiap satu liternya padahal normalnya hanya Rp. 4.500/liter, air mineral dijual Rp. 40.000 satu dus normalnya Rp. 16.000, begitu juga dengan makanan. Ditambah lagi susah untuk mencari dan mendapatkan kebutuhan tersebut.
Bantuan harus ada, kirimkan uang tidak ada guna bank dan atm tidak ada berfungsi, harus ada listrik dan jaringan telekomunikasi. Alhasil sanak famili, berbondong-bondong pulang ke padang, tiket pesawat pun melambung tinggi. Kejam nian... di saat tertimpa kemalangan.
Mudah-mudahan para pengusaha dan pedagang itu berumur panjang hendaknya sampai tua bangka bisa menikmati hasil pencarian mereka yang tidak akan habis sampai tujuh turunan sekalipun.
Titip adalah salah satu jalan untuk mengirimkan uang ke sanak famili, beberapa orang saja cukup, uang untuk beli tiket yang mencapai Rp. 2 juta itu bisa dialihkan menjadi bantuan yang mau dititipkan.
Ah... satu item pengganjal pikiran pembuat susah tidur sudah teratasi, walaupun tidak bisa melihat langsung keadaan sanak famili di kampung. yang terpenting mereka dalam keadaan selamat, bahkan sempat juga pesbukan dengan wempi...
Saat ini wempi bisa lebih fokus mendata, membuat daftar bantuan yang perlu dikirimkan, serta mendistribusikannya kepada karyawan dan masyarakat yang berada pada ring 1 di sekitar perusahaan yang ada di sumatera barat. Kemudian mencatat infrastruktur seperti kantor, pabrik dan rumah karyawan yang rusak berat demi keperluan management untuk membuat anggaran tanggap bencana gempa sumatera barat.
Lihatlah kantor wempi pertama kali bergabung dengan perusahaan ini yang berada di padang, hancur dan miring. (termasuk juga gambar paling atas).

Begitu juga akses ke kebun, pabrik dan perumahan karyawan, amblas...

Karyawan yang tidak bisa menempati rumahnya lagi...

Dan tangki pemroses cpo yang bocor, salah satu sumber uang/gaji kami... hehehe...

Wempi dan 2 orang teman lainnya yang berasal dari padang dimasukkan kedalam team tanggap bencana gempa sumatera barat tersebut mungkin karena berasal dari sumatera barat ato mungkin karena selangkah lebih tau kondisi daripada anggota yang lain.
Komunikasi yang sering terputus membuat data yang didapat menjadi simpang siur dan tidak akurat. Namun pada hari itu juga tetap diputuskan untuk memberangkatkan bantuan di awal 1 mobil kijang innova dan 1 truck yang berisi bahan bantuan seperti beras, mie, gula dan lain sebagainya dari sumatera utara.
Baru hari inilah team kami bisa mendapatkan sebagian informasi seiring berangsur baiknya fasilitas telekomunikasi di beberapa perusahaan dari 12 perusahaan yang ada di sumatera barat.
Hari ini sudah dikirimkan bantuan dari jakarta, dan 3 truk bantuan dari perusahaan yang ada di bangko jambi sebagai wilayah terdekat dan memiliki akses jalan relatif lancar menuju sumatera barat.
Mudah-mudahan bantuan yang sudah dikirim dan yang akan dikirim pada hari-hari berikutnya dapat mengurangi beban teman-teman yang berada di operating unit serta masyarakat sumatera barat lainnya walaupun saat ini masih prioritaskan di ring 1.
Mudah-mudahan perusahaan tempat wempi bakureh (bekerja-red) dapat memberikan bantuannya untuk relokasi dan membangun kembali infrastruktur secara umum di sumatera barat pasca gempa bumi 30 september 2009. Seperti yang pernah dilakukan pada gempa tahun 2008 lalu di sumatera barat.
Comments
dan semoga do'a seluruh masyarakat Indonesia bisa menabahkan hati mereka
Salam Hangat
Mesti ada hikmah dibalik semua bencana, agar kita bangsa indonesia semakin dewasa (ibaratkan manusia) yg makin banyak pengalaman.
Kamu ati2 ya wemp...
ati2...
Turut berduka dengan musibah nasional ini...
trauma mode on*
Tapi apa daya, kita harus ikhlas dan tabah.
Semua cobaan dari Yang Diatas.
Kita harus bangkit.
Turut berduka atas kejadian tsb.
TETAP SEMANGAT MENGHADAPI COBAAN
RSS feed for comments to this post