|
Ditempat wempi bakureh (bekerja-red) yaitu di gedung b&g tower 'jw mak errott' a.k.a jw marriottĀ medan ada lift yang biasa wempi pakai pada saat jam pulang, ini dikarenakan lift tersebut posisinya dekat dengan lokasi parkir kendaraan bermotor yang ada di basement. Lift ini terdapat dalam ruangan yang diberi nama fire lift lobby yang juga ada tangga daruratnya.
Lift yang ada di fire lift lobby ini menghubungkan gedung perkantoran dengan gedung hotel sehingga dari perkantoran orang bisa keluar masuk gedung hotel dan begitu juga sebaliknya. Sekarang lift tersebut tidak bisa diakses lagi dari gedung perkantoran. menurut wempi petaka ini terjadi karena wempi ada dua kali ketemu pegawai hotel, kalo dilihat dari seragam sepertinya security tapi anehnya membawa piring dan gelas. Dari pembicaraan antar mereka di dalam lift kesannya lagi membicarakan wempi yang pegawai dari gedung kantor. "Orang office bisa menggunakan lift ini juga ya? berarti bisa masuk ke gedung hotel dong?" "Seharusnya tidak boleh, hotel berbintang internasional dimanapun tidak boleh ada orang dari gedung kantor masuk ke gedung hotel." Semenjak perjumpaan itu lift tersebut tidak bisa lagi dipakai dari gedung kantor. Benar-benar kebijakan yang teramat sangat memilukan menurut wempi. Hanya karena tidak ingin pegawai kantor bertandang ke gedung hotel, lift tersebut aksesnya dimatikan untuk gedung kantor. Sedangkan untuk hotel masih ada akses, dengan demikian pegawai hotel bisa masuk ke gedung kantor sedangkan pegawai kantor dicurigai. Kenapa gara-gara curiga karena ada kemungkinan orang kantor bertandang ke gedung hotel maka fasilitas lift yang ada di fire lift lobby dimatikan aksesnya untuk gedung kantor? Protest... kalo lift itu gunanya hanya untuk membawa barang-barang mudah terbakar dan meledak kenapa petugas hotel juga menggunakan lift tersebut untuk membawa pakaian kotor. Kalo lift tersebut untuk keadaan darurat kenapa petugas hotel boleh pakai untuk kesehari-harian. Kalo lift tersebut hanya boleh digunakan untuk hotel kenapa ada pintu akses ke gedung kantor yang berarti petugas hotel boleh keluar masuk gedung perkantoran. Untuk bisa masuk ke dalam kantor tempat wempi bakureh (bekerja-red) tidak gampang. Setiap pintu diberi door lock dimana setiap orang yang masuk harus mengidentifikasikan kartu pengenal serta sidik jarinya, jika valid maka pintu akan terbuka, jika tidak maka tidak akan terbuka, kalo dipaksa sirine akan berbunyi. Berbeda dengan hotel yang katanya berbintang internasional, demi menjaga keamanan... bukannya akses ke hotel yang dilindungi tapi malah fasilitasnya dimatikan (lift). Siapa sih pengambil kebijakan seperti ini di gedung hotel? Jadi penasaran pengin kenal. Sekarang... dengan hati agak dongkol wempi harus make lift konvensional yang posisinya jauh dari parkir basement. ------ Cara pengambilan keputusan/kebijakan seperti ini juga terjadi di perusahaan tempat wempi bakureh (bekerja-red). Diantaranya wempi terpaksa harus menambahkan Rp. 3000 setiap hari dalamĀ daftar pengeluaran tetap karena belum adanya kesepakatan atau titik temu antara management perusahaan dengan management pengelola gedung terhadap tarif parkir bagi karyawan, sampai sekarang pun belum ada usaha untuk itu dari yang berkepentingan alias diam-diam saja. Selain itu, waktu wempi dimutasi dari padang ke medan, di medan gak dikasih akses internet. Kemudian wempi minta melalui atasan, Ternyata MIS nya bilang yang mendapat fasilitas internet tersebut hanya untuk level senior manager, alamaaakkk... kalo wempi tetap mau koneksi internet harus minta persetujuan direksi. MIS bilang dengan akses internet virus akan lebih mudah masuk, MIS juga bilang dengan banyak nya akses internet akan memperlambat jalur program intranet dan email, MIS kemudian bilang banyak penyalahgunaan akses internet oleh user. Kadang wempi ketawa sendiri dengan alasan yang diberikan. Bukannya itu kerjaan MIS, menangkal virus dari luar walaupun internet online. Jika koneksi lambat apakah harus menambah bandwith atau arsitektur vpn nya yang harus disederhanakan, itukan kerjaan MIS? Jika ada penyalahgunaan oleh user apa gak bisa dimonitor, beri sanksi tegas, di banned misalnya. Mengapa karena hal tersebut fasilitas internetnya (bisa dibilang) dimatikan buat staf rendahan. Lalu kerjaan MIS apaan dong? Wempi malah berpikiran harusnya MIS itu punya kebijakan program seperti "Internet Goes to Estate" atau Internet for Community" biar lebih bergigi dan disegani. bukan sekedar memastikan jaringan vpn berjalan dengan lancar, narik-narik kabel lan, back up email, memperbaiki komputer user dan lain-lain. Rasanya blon pantas menyandang MIS baru sebatas IT Help Desk. ------ Semoga wempi bisa mengambil kebijakan yang benar-benar bijak dari kejadian di atas yang wempi pribadi anggap kurang bijak tuh.
|