|
Opini & Aspirasi -
Sosial, Ekonomi dan Politik
|
|
Kamis, 08 Mei 2008 07:42 |
|
BBM bakal naik lagi, katanya bulan juni ini mo naik, katanya tidak lebih dari 30%, katanya sudah punya skenario untuk pemberian bantuan lansung tunai (blt) buat rakyat miskin, katanya ini terpaksa dilakukan untuk mengurangi beban apbn yang banyak terkuras oleh subsidi bbm akibat melonjaknya harga minyak dunia. katanya dan katanya. Tapi wempi gak mau mikirin itu kata siapa? dan buat siapa?
Wempi cuma mo mikirin nasib wempi dan teman-teman kedepan, bagaimana dengan nasib wempi dan teman-teman yang hidupnya serba nanggung, dibilang miskin enggak - dibilang kaya juga enggak, mungkin bisa dibilang calon orang miskin ato bisa juga dibilang calon orang kaya jika bisa nimbun minyak sebelum bulan juni ini. Yang pasti wempi dan teman-teman dengan kehidupan yang serba nanggung tidak akan mendapatkan blt. sudah pasti juga bakal merasakan dampaknya. rawan sekali..... Walaupun pilihan ini sangat pahit wempi mendukung rencana pencabutan subsidi bbm ini, subsidi bbm tidak efektif maupun efisien karena orang-orang kaya juga ikut menikmati subsidi bbm tersebut, mendingan subsidi bbm dicabut aja dan pindahin ke sektor lain seperti; kesehatan, pendidikan, dan lingkungan. Negara ini butuh orang-orang yang sehat, berpendidikan dan peduli sama lingkungan.
|
Comments
menurut wempi lebih gampang mengurus barang dari pada orang.
rakyat kita juga masih bangga berobat keluar negeri, berbelanja keluar negeri, tamasya keluar negeri, bekerja sebagai tki dari pada menanami ladang sendiri.
untuk transportasi umum wempi setuju untuk disubsidi tetapi bbg(bahan bakar gas) seperti yang sudah dilakukan terhadap beberapa bushway dan bajay karena kemungkinan bbg untuk diselewengkan, dijual kembali ato diselundupkan tidak ada.
sedangkan yang gak punya kendaraan bermotor dengan bbm murah masih merasa mahal tuh.
bbm kalo masih mau di subsidi buat transportasi umum, nelayan ato ukm, tapi ini juga bukan solusi supir bus ato nelayan bisa alih profesi jualan bbm yang jadi jatahnya ke orang yang punya kendaraan pribadi *lebih untung jual bbm dari pada narik angkot ato melaut* huahaha, ini sudah banyak kejadiannya lho bahwa minyak bersubsidi dijual ke industri dan diselundupkan, gak kapok-kapok nya.
dan perlu diingat om, jangan sampai menuntut hak sendiri mengakibatkan hak orang lain jadi terlindas, ini kebablasan namanya.
mendapatkan kendaraan bermotor itu merupakan hak semua orang wem, jangan dipermasalahkan soal itu. Yang kita permasalahkan adalah bagaimana mengatasi kelonjakan pengguna kendaraan bermotor yang akan terus meningkat.
Sampai kapan subsidi bbm dicabut ?
sampai negara ini bisa menghasilkan bahan bakar sendiri untuk rakyatnya, entah dari minyak or bio fuel dll. Jadi sekarang pemerintah harus meneliti, membuat dan memproduksi bahan bakar alternatif. Dan nantinya jika sudah memproduksi bahan bakar alternatif maka kendaraan-kendaraan diganti semua bahan bakarnya dari bensin ke bahan bakar alternatif tersebut. Terutama kendaraan2 pengangkut. Apa sebaiknya dikasih plat sendiri ya untuk kendaraan2 pengangkut bahan baku (misal plat hijau)? Dengan begitu kan bisa disubsidi bbm untuk transportasi sehingga harga-harga tidak terlalu jauh naik.
Kalo subsidi bbm dicabut resikonya harga2 akan naik, kemiskinan tambah banyak, banyak perusahaan menengah kecil jatuh pailit dll. Dan kalo gaji pejabat dipotong resikonya banyak korupsi dan kpk kewalahan kata wempi. Nah dari 2 pilihan diatas (subsidi bbm dicabut dan gaji pejabat dipotong) mana yang lebih gampang diatasi resikonya ?
Korupsi kan lebih gampang diatasi daripada harga2 naik dan kemiskinan bertambah. Ya hukum aja seberat-beratnya para koruptur itu biar gak terjadi korupsi lagi. Bukan KPK aja yang diikutsertakan dalam pemberantasan korupsi, tapi juga media-media lainnya kayak koran diikutsertakan juga untuk memberitakan hal-hal yang buruk. Dan jikalau KPK benar2 kewalahan kan bisa direkrut anggota2 KPK baru, sehingga pengangguran dapat diatasi walaupun sedikit.
wempi kurang setuju terhadap subsidi kepada sektor yang konsumtif, kecuali untuk hal-hal mendesak seperti pemberian blt *sifatnya sementara*. kalo untuk selamanya seperti bbm yang notabene punya sifat ekonomi yang jelas tentang demand dan supply, wempi terang sekali menolak subsidi bbm.
mengenai otomotif wempi setuju dibatasi dengan cara cc nya ato jumlahnya ato pajaknya. tapi itu harus sejalan dengan pertumbuhan angkutan umum.
seperti bushway yang selalu didemo sewaktu menambah jalur/armadanya karena menimbulkan kemacetan, hehehe... sebenarnya apasih yang diinginkan rakyat indonesia yang suka demo ini.
menurut saya kebijakan menaikkan BBM itu memang tidak bisa dielakkan. orang2 yang menuntut BBM tidak naik itu tidak mau membuka matanya dengan realitas yang ada di Indonesia. gak realistis!!
saya setuju juga dengan pengalihan subsidi bbm ke hal-hal lain yang lebih tangible. tentunya dibarengi dengan pembenahan2 disana sini.
kalau dilakukan secara transparan dan proporsional itu sudah sangat membantu!
kebijakan yang berhubungan dengan industri otomotif juga sebaiknya ditinjau kembali. siapa yang mau menyangkal bahwa keberadaan kendaraan bermotor di indonesia ini terlalu banyak?! hal itu disebabkan adanya kelonggaran dan support berlebih dari pemerintah. masyarakat jadi dengan mudah mendapatkan kendaraan bermotor. bayar uang muka dikit, pulang udah bisa bawa motor.
kendaraan umum juga dioptimalkan keberadaannya.
menurut saya yang perlu diributkan adalah apa yang harus dilakukan paska kenaikan BBM!!!
tabik
Wajib bos ngurusin rakyat, kalo sudah jadi pemerintahan. ya... kan kadang kita juga bermacam-macam dalam menilai kebijakan pemerintah...
RSS feed for comments to this post