|
Ini adalah postingan sensitif yang menyangkut keyakinan, sebelumnya juga dengan postingan BBM Naik Lagi, dan bakal dapat teguran keras terutama sekali dari yang mendukung ahmadiyah, ato bahkan berisiko blog wempi bakal di deface. tak apalah... wempi hanya menyampaikan aspirasi wempi dengan damai tanpa tindakan yang anarkis. Bagi teman-teman yang mendukung keberadaan ahmadiyah silahkan memberikan masukannya dalam bentuk damai juga.
Wempi sejujurnya tidak tahu seluk beluk ahmadiyah, browsing di internet juga tak akan mungkin banyak membantu mendapatkan informasi seputar ahmadiyah walaupun banyak bertebaran diinternet karena tentu ada sumber yang benar dan ada yang menyesatkan. Walaupun demikian. - Negara-negara Islam sudah melarang keberadaan ahmadiyah dinegaranya.
- MUI sudah mengeluarkan fatwa bahwa ahmadiyah adalah aliran sesat.
- Bakorpakem turun langsung kelapangan dan mendapati ahmadiyah menyalahi kesepakatan.
- Keluarnya SKB 3 Menteri
Dari situ sudah cukup lah bagi wempi meyakini juga bahwa ahmadiyah memang aliran sesat, karena menurut wempi tidak mungkin 4 poin diatas (ato mungkin lebih) direlease dengan pemikiran yang dangkal ato sekedar ikut-ikutan. Beberapa poin yang sempat terekam oleh benak wempi yang kelihatannya warga ahmadiyah masih enggan meninggalkan ahmadiyah. - Ikut serta dalam perjuangan kemerdekaan RI, hm... memangnya kenapa kalo telah ikut serta dalam perjuangan kemerdekaan. Kalo salah tetap salah tidak boleh dibenarkan dong hanya karena itu. sama saja seperti habis merampok toko emas trus sebagiannya disedekahkan. Perampokan itu tetap salah walaupun sudah bersedekah.
- Pancasila dan UU, hm3x... pancasila dan uu memberi kebebasan beragama lho... bukan memberi kebebasan buat ngacak-ngacak ato menistakan ajaran suatu agama. boleh saja berkeyakinan ahmadiyah tapi jangan bawa-bawa nama Islam alias silahkan bikin agama baru.
- HAM - warga ahmadiyah merasa terdzalimi, hm lagi... yang berkepentingan soal HAM jangan cuma lihat hamnya si ahmadiyah dong... lihat juga hamnya umat Islam yang agamanya diacak-acak dan dinistakan ajarannya.
- Banyak juga kok yang mendukung ahmadiyah, lebih hm lagi... ini salah kaprah banyak kepentingan didalamnya. menyuarakan bebas berkeyakinan boleh saja, Islam pun mengajarkan kerukunan. tapi ini ajaran dan anutan yang menyimpang didalam suatu agama lho..... gimana sih...?
Sekarang bagaimana? Umat Islam dan Ulama harus lebih giat lagi berdakwah... Bawa kembali mereka ke pangkuan Islam yang sebenarnya, tidak hanya itu... jangan ada lagi umat Islam yang gak pande baca Al Qur'an, tidak bisa shalat 5 waktu dan jangan adalagi anak-anak yang gak bisa men-Shalat-kan orang tuanya yang sudah meninggal. Melalui dakwah mereka tetap saja masih menistakan agama Islam, hm3x... mungkin darah mereka sudah halal dikorbankan... walaupun ada hukum ada ham aksi kekerasan dan anarkis kemungkinan akan terus terjadi, siapakah orangnya yang bakal rela dan diam saja jika agamanya dinistakan bahkan mendukung penistaan tersebut dengan dalih kebebasan berkeyakinan? Insyaallah dapat diselesaikan dengan cara dakwah... Amin. Gambar sumber : www.rri-pontianak.com via google
|
Comments
Untuk sebuah pembenaran sesuatu yang jelas "salah" pasti ada..., (Bener Ngak?)
"Lawong orang Ngerampok aja pasti punya dalil kenapa dia terpaksa harus mencuri".
So, kenapa kita harus ikut-ikutan Nabi - Nabi Baru lainnya..., Biarpun mereka Ngoceh sana sini memutar balikan Ayat - ayat Qur'an untuk sebuah pembenaran (seperti yang di lakukan Bani Israil terhadap Kitab Torah), Kita ngak usah percaya!
Tanya "Lia Eden"!
Tanya "Ahmad Mushadeq"!
Tanya Nabi-Nabi Stok Terbaru lainnya!, Pasti mereka punya Dalil Pembenaran Ajaran mereka!
Tolong para penganut Nabi - Nabi Baru, silahkan saja bikin Komunitas sendiri.
Tolong jangan Ciderai Ajaran yang Agung Nabi Kami (Muhammad SAW).
Saudaraku.., selama kita yakin dan percaya pada kebenaran Alqur'an, Hadist serta Ijma' para Ulama', serta memohon kepada Allah untuk senantiasa berlindung dari godaan Syaithan dan Masikhuddajal yang akan muncul di akhir jaman dan mendakwahkan dirinya sebagai Tuhan dan Nabi - nabi.
Insya Allah kita Selamat...
Rasulullah SAW sebagai Nabi Akhir Zaman saja bukan seorang Ahmadi,Baha'i,Alqiyadah atau Eden!
Jadi jangan pernah khawatir akan keselamatan Kita, dan biarkan saja mereka yang hidupnya kasak kusuk untuk sebuah pembenaran..., andai mereka tahu kebenaran itu dimana, mungkin mereka akan sadar Kebenaran itu ada dalam Pribadi dan Ajaran Rasulullah SAW yang lurus.
Kalo boleh saya berpendapat
Sdr.AFR (Assalamu'alaikum...)sudahlah...postingan ini sudah terlalu menarik untuk penjelasan sdr yang sedemikian sangat jelas juga disertai dengan bukti & dalil, sangat terlalu disayangkan menurut saya...
saya salut dengan kesabaran anda dalam menanggapi masalah ini...tapi tanggapan mereka sangat membosankan...itu..itu saja cuma diputer sana ...diputer sini....tapi intinya mereka sebenarnya juga ga' ngerti maksud dari tulisan mereka sendiri...jadi sudahlah....
Tuk' sdr Wempi...(Assalamu'alaikum...)
Pertama saya salut dengan anda yang telah membuka forum ini...anda berani....tapi..apakah anda juga mempersiapkan orang yang ahli yang nantinya kita buat sebagai sumber..juga agar masalah ini...dapat sesuai dengan relnya....tapi..sudahlah yach..yang penting saya merasa salut untuk anda....n' btw..memang kita boleh memperdebatkan suatu masalah tapi sebelum kita membicarakan " TITIK " kita harus tau dulu "Lingkarannya"..jadi aga' seru ngebacanya....saya merasa.. tadinya seru juga keliatannya...tapi...
Tuk' sdr Chanky (Assalamu'alaikum...)
Saya juga sangat menyayangkan yach...coba kalo sdr. AFR ketemu dengan anda....wah...seru juga karena kalo menilai dari kesombongan & gagahnya tulisan anda...tentunya ilmu akidah juga agama anda sangat luar biasa...saya jadi pengen juga nimbrung..tolong yach..(Padahal menurut yang saya tau, kesombongan sangat dibenci oleh ALLAH ...Kesombongan adalah jubahKU..apakah jubah itu juga dipakai oleh anda...itu kalo anda mengerti tentunya..atau..apakah ceritanya anda marah...ghetho)
Jadi dari yang saya rangkum...silahkan anda..semua berpendapat...saya sangat menghargai itu..,tapi saya harap .. cobalah untuk mengerti dulu inti permasalahannya ...baru berpendapat... karena...mungkin akan terjadi debat kusir...& malah takutnya nanti.ada juga pihak2 lain yang memanfaatkan keadaan...
Terima kasih
Wasallam
yang lemah..
Inp
aniwei... ahmadiyah atau bukan... gak masalah.... gw gak setuju kalo ahmadiyah dibubarin... itu ngelanggar HAM. Tapi ahmadiyah juga harus tau diri... jangan nyebut dirinya sebagai ISLAM... karena itu berarti kalian yang melanggar HAM kami... B)
kita bisa menilai seberapa besar nasionalisme Ahmadiyah. Dan saya kira pembaca yang cerdas akan segera membandingkanny a dengan nasionalisme kelompok-kelompok Islam radikal yang getol menyuarakan pemberangusan terhadap Jemaat Ahmadiyah belakangan ini. Bukankah kelompok-kelompok ini jugalah yang menginginkan penerapan formalisasi syariah, menginginkan dasar Negara RI yang Pancasila dan beragam ini diganti dengan ‘negara Islam’ menurut versi mereka sendiri?. Dari sini jelas terlihat, siapa yang ikut mnyumbangkan jasanya bagi nasionalisme dan kebangkitan bangsa ini, dan siapa pula yang hendak membangkrutkann ya?
Para anggota Jemaat Ahmadiyah, baik anggota biasa maupun
pemimpin-pemimpinya senantiasa ikut aktif bersama-sama rekan
sebangsanya memasukkan diri dalam kancah perjuangan baik secara
langsung mengangkat senjata sebagai anggota BKR-TKR ataupun sebagai
lasykar-lasykar rakyat seperti TRIP dan dalam badan-badan perjoangan
lainnya seperti "Kowani", KNI, dsbnya. Ketika itu Pemerintah RI
merasa sukar untuk melanjutkan perjuangan di ibukota Jakarta , dan
oleh Presiden Sukarno ibukota Republik Indonesia dipindahkan ke
Jogyakarta.
Ketua PB Jemaat Ahmadiyah Indonesia pada waktu itu adalah almarhum R.
Mohammad Muhyiddin pegawai tinggi Kementerian Dalam Negeri , aktif
dalam mempertahankan kedaulatan RI di Jakarta , pada tahun 1946 telah
diangkat sebagai Sekretaris Panitia Perayaan Kemerdekaan RI yang
pertama, yang sedianya juga akan memegang bendera Sang Merah Putih di
muka barisan. Akan tetapi delapan hari sebelum sebelum HUT RI yang
pertama itu beliau telah diculik oleh Belanda dan hingga kini hilang
tak tentu rimbanya. Menurut keterangan Suwiryo mantan Walikota
Jakarta, beliau telah dibawa serdadu-serdadu Belanda kesuatu daerah
di Depok dan ditembak mati disana.
Sebelum Balatentara NICA memasuki dan merebut kota Bandung dua orang
Muballigh Ahmadiyah almarhum Abdul Wahid HA dan almarhum Malik Aziz
Ahmad Khan telah aktif sebagai penyiar RRI untuk siaran Bahasa Urdu
untuk memperkenalkan perjuangan bangsa Indonesia ke benua alit India.
Juga bebrapa orang Ahmadi di Padang dan Medan tidak ketinggalan
mengambil bagian dalam perjuangan fisik melawan Belanda. Perlu
kiranya menjadi catatan, ketika pemerintah RI memrlukan pinjaman uang
dari rakyat maka anggota Jemaat Ahmadiyah telah memberikan segenap
kemampuan yang ada pada mereka. Sebagai contoh Jemaat Ahmadiyah
cabang Garut telah menyumbangkan sejumlah uang kepada pemerintah
ketika itu.
Pada akhir tahun 1946, tepatnya hari Selasa Legi tanggal 10 Desember
1946, tersiarlah sebuah pernyataan dari Imam Jemaat Ahmadiyah,
Pimpinan tertinggi Jemaat Ahmadiyah Internasional yang dimuat dalam
surat kabar-surat kabar antara lain "Kedaulatan Rakyat" dengan judul:
MEMPERHEBAT PENERANGAN TENTANG REPUBLIK , GERAKAN AHMADIYAH TURUT
MEMBANTU. Berikut ini kutipan langsung berita itu dengan ejaan yang
telah disempurnakan:
"Betapa besarnya perhatian gerakan Ahmadiyah tentang perjuangan
kemerdekaan bangsa kita dapat diketahui dari surat-surat kabar harian
dan risalah-risalah dalam bahsa Urdu yang baru-baru ini diterima
dari India. Dalam surat-surat kabar tersebut, dijumpai banyak sekali
berita-berita dan karangan-karangan yang membentangkan sejarah
perjuangan kita, soal-soal yang berhubungan dengan keadaan ekonomi
dan politik negara, bilografi pemimpin-pemimpin kita , terjemahan
dari Undang-Undang Dasar Negara Republik dll.
"Selain itu tercantum juga beberapa pidato yang panjang lebar,
mengenai "seruan dan anjuran kepada pemimpin-pemimpin negara Islam,
supaya mereka dengan serentak menyatakan sikapnya masing-masing untuk
mengakui berdirinya pemerintahan Republik Indonesia. Hal yang
mengharukan ialah suatu perintah umum dari Mirza Bashiruddin Mahmud
Ahmad, pemimpin gerakan Ahmadiyah kepada pengikut-pengikutnya di
seluruh dunia yang jumlahnya 1 2 juta orang supaya mereka selama
bulan September dan Oktober yang baru lalu ini, tiap-tiap hari Senin
dan Kemis berpuasa dan memohonkan do'a kepada Allah SWT guna menolong
bangsa Indonesia dalam perjoangannya, memberi semangat hidup untuk
tetap bersatu padu dalam cita-citanya , memberi ilham dan pikiran
kepadsa pemimpinnya guna memajukan negaranya menempatkan ru'b
(ketakutan) didalam hati musuhnya serta tercapainya sekalian
cita-cita bangsa Indonesia.
"Ketika diadakan peringatan genap satu tahun berdirinya Republik
Indonesia, pemimpin tersebut menurut harian "Al-Fazl" -berpidato
diantaranya sbb:
"Jika bangsa Indonesia akan mendapat kemerdekaan 100%, tentulah hal
ini akan berfaedah besar bagi dunia Islam. Untuk hal itu ada baiknya
jika negara-negara Islam pada masa ini dengan serentak
memperdengarkan suaranya untuk mengakui kemerdekaan Indonesia serta
meminta supaya negara-negara lain juga mengakuinya. Selain itu saya
berharap supaya seluruh muballigh (utusan) Ahmadiyah yang kini ada di
India dan diluar India yaitu Palestina, Mesir, Iran, Afrika, Eropa ,
Kanada, Amerika Selatan dll, mendengungkan serta menulis dalam dalam
surat-surat kabar harian dan majalah -majalah yang mereka keluarkan,
karangan-karangan yang berhubungan dengan perjuangan kemerdekaan
bangsa Indonesia , khususnya meminta kepada negara-negara Islam untuk
membantu bangsa Indonesia mencapai kemerdekaannya. Soal kemerdekaan
Indonesia harus tiap-tiap waktu didengung-dengungkan, supaya
negara-negara didunia ini memperhatikan hal itu. Sudaj menjadi haknya
bangsa Indonesia untuk merdeka dimasa ini. bangsa ini adalah bangsa
yang maju, memiliki peradaban tinggi serta mempunyai
pemimpin-pemimpin yang bijaksana. Mereka dalah suatu bangsa yang
besar dan bersatu . Bangsa Belanda yang jumlahnya begitu kecil
sekali-sekali tidak berhak untuk mmerintah mereka
".............("Kedaulatan Rakyat" Selasa Legi, tanggal 10-12-1946).
Pencipta lagu Indonesia Raya, WR.Supratman adalah anggota Ahmadi.Begitu pula tokoh mahasiswa Angkatan 66, Arif Rahman Hakim adalah anggota pemuda Ahmadiyah.
So, perlu bukti apalagi Sdr.Chodirin ?
RSS feed for comments to this post