Wempi Satria Wempi Satria

Berlangganan

Isikan alamat email:

Google PageRank Checker

Komentar Terakhir

Sponsor Wempi

Pasang Iklan di Sini

Banner NoksPi 400x50

Tidak Fokus dan Tidak Konsisten
Opini & Aspirasi - Resonansi
Minggu, 27 September 2009 14:46

Wempi bersyukur bisa lahir pada tahun 80 an dan menginjak remaja pada tahun 90 an, dimana tontonan dan lagu yang disediakan oleh negara ini mengikuti berjalannya umur wempi. Lagu anak-anak seperti chiquita meidy, enno lerian, trio kwek-kwek, dan terakhir dari sulis dan tasya sampai akhirnya redup ditelan bumi pertiwi. Tontonan yang mendidik seperti si unyil dan sikomo yang akhirnya redup juga dengan alasan klasik "dana". Padan era ini ada 2 lagi tontonan mendidik menurut wempi yang tertinggal sibolang dan laptop siunyil ditambah produk import upin dan ipin. Mohon koreksinya jika wempi salah...

Sebentar lagi, acara yang biasa ditonton dan diriview oleh uda vizon dalam suraunya (maaf da pinjam nama, hehe...) akan mulai bergema kembali, namun sayang minimnya lagu anak-anak zaman sekarang memaksa anak-anak yang bertalenta tinggi menyanyikan lagu-lagu dari kalangan dewasa seperti peterpan, ungu, rosa, dewa dan lain sebagainya. Tidak perlu dipungkiri, anak-anak di sini pun lebih cepat hapal lagunya kuburan, mbah surip, peterpan dan ungu, ketimbang lagu balon ku ada lima, gelang sepatu gelang yang liriknya sangat simpel. Mohon maaf apakah guru-guru taman kanak-kanakĀ  zaman sekarang masih memakai lagu ini ya?

Film animasi upin dan ipin pun sudah membius anak-anak di sini berbahasa malaysia ketimbang bahasa indonesia. Sungguh hebat memang, selain isinya mendidik juga dilangkapi dengan tagline "betul... betul... betul..." menggunakan logat melayu. Ada mei-mei (tionghoa), kak ros (cerewet), mail (bego), nenek (memanjakan upin dan ipin) dan karakter lain yang wempi mau tak mau harus acungkan jempol. Beginilah seharusnya kehidupan sosial yang lengkap, ciamik dan sebenarnya.

Sibolang dan laptop si unyil pun blon tentu mampu menandingi serial import ini. Cobalah sesekali tonton serial bocah petualang, dimana anak-anak bermain meriam dari bambu, membuat layang-layang sendiri, mencari ikan di laut, ke sawah, ke ladang. Hehehe... orang tua jaman sekarang mana mau seperti itu. Bermain keluar tidak boleh ntar kamu hitam, main hujan gak boleh ntar sakit, main air ledeng aja pun kagak boleh apalagi bermain meriam dari bambu pake minyak tanah dan api. Jadi tontonan sibolang cuma menambah pos pos depresi anak-anak. Kepingin tapi dilarang. Rugi sekali anak-anak zaman sekarang, di zaman wempi dulu, wempi bisa dan boleh memasang perangkap belut ke sawah pada sore hari dan mengangkat perangkap tersebut kembali pada subuh keesokan harinya. Ada kepuasan tersendiri...

Mulai era milenium lah lagu dan tontonan anak-anak ini mulai hilang, kalo boleh bisa dibilang sejak soeharto lengser ato masa reformasi tahun 1997. Tidak ada yang baik pada era reformasi, hanya ada satu yaitu "kebebasan" bebas membicarakan orang lain, bebas memberitakan aib orang lain, bebas mengulik-ngulik privasi orang lain, bebas berpendapat, bebas menginjak-nginjak hak orang lain. Apa sih sekarang yang gak bebas di negara ini.

Dulu wempi kalo nggak bikin pr tapak kaki wempi di pukul pake rol papan yang 1 meter, ngaji pun demikian, jika lupa hapalan do'a yang ditugaskan ustadz dari minggu kemaren maka tapak kaki dipukuli pake rotan, ada yang nangis bahkan sampe mengeluarkan kentut menahan sakitnya. Sekarang... walah... jangankan menampar, jewer kuping murid saja, tuh guru bisa masuk penjara dan dikasih titel oknum.

Kak Seto pun sudah ngurusin HAM nya anak-anak sekarang, sehingga lupa dengan HAM nya anak-anak itu sendiri yaitu lagu dan tontonan buat anak-anak. Bisanya cuma "oh ini tontonan gak cocok buat anak-anak" trus "prihatin dengan acara televisi jaman sekarang". Bikin tandingan kek, buat serial sikomo jilid 2 ato si unyil versi animasi yang bisa mengalahkan serial import. Bisanya cuma prihatin, bisa beri kontribusi apa cobak? maaf kak seto, hehehe... sekali lagi mohon wempi dikoreksi jika salah.

Anak-anak dulu yang biasa nyanyiin lagu anak-anak pun sekarang dah dewasa. Tidak ada penggantinya... acara yang sebentar lagi bergema itu apakah pada acara-acara sebelumnya sudah menghasilkan anak-anak bertalenta yang menyanyikan lagu anak-anak? Sudah apa blon?

Boneka Susan pun udah dewasa skarang, hahaha... dah punya suami dan anak.

Tidak Fokus pada visi dan misi dan tidak konsisten menjalankannya seperti itulah kira-kira industri musik dan perfilman kita, minjam istilahnya budayawan (lupa namanya, sujiwo tejo kalo gak salah), di negara ini masih banyak bermental bebek/itik ketimbang elang, berbondong-bondong ngikutin, yang satu kesana sukses, yang lainnya juga ke sana. Tidak seperti elang yang mendapatkan kesuksesan dengan caranya masing-masing.

Ada satu yang sukses dalam lagu cinta semuanya ikutan bikin lagu cinta, ada yang sukses lagu religi semuanya juga ikutan kesana, ada yang sukses film horor semuanya bikin film horor, satu acara ratingnya tinggi ngomongin manohara semuanya ngikutin mano, satu berita sukses karena beritakan situasi ambalat semua media ikutan beritain ambalat.

Coba kita perhatikan produknya walt disney dengan mickey mouse, hanna barbera dengan tom & jerry, jepang dengan doraemon dan dari rusia dengan the simpsons, fokus dan konsisten sehingga selalu ada tempat dan diingat sepanjang masa, gak lapuk kena hujan gak lekang kena matahari.

Hehe... kalo di indonesia ada 3 tipe serial yang mungkin gak lapuk kena hujan dan gak lekang kena matahari yaitu horor/mistik, magic dan gosip/infotaintment.

Slogan cintai produk dalam negeri tidak akan berarti apa-apa selama produk yang kita hasilkan masih kalah saing dengan produk dunia lain. Kita mesti objektif. Tidak ada seorangpun yang mau menikmati hasil karya dalam negeri sendiri jika kualitasnya masih ada yang lebih bagus dan tentu saja masih ada yang lebih murah, hehe...

Mudah-mudahan kita sadar akan bahwa suatu kaum gak akan berubah ke arah yang lebih baik selama kaum tersebut tidak ada aksi untuk mewujudkannya. Dan selama itu pula kaum tersebut dilecehkan oleh malaysia si pencuri budaya dan kesenian indonesia, singapura si penampung koruptorĀ  beserta penggila belanja asal indonesia dan australia si pemecah belah negara kesatuan republik indonesia.




 

Add comment


Security code
Refresh

Wempi Satria
Wempi NoksPi