|

Seorang teman datang menghampiri wempi. "Wempi, tau gak wempi si rani [nama samaran -red] ada menaruh hati kepada wempi?"
"Ah masa sih..." Wempi kurang yakin karena rani yang dimaksud adalah cewek smart dan paling pinter di kelas dan selalu dapat ranking 1, yang mampu menyalip cuma va[r]gina namanya. Masa iya ada menaruh hati sama wempi yang kurus ceking selalu ranking 2 (hitung dari belakang) di kelas ini.
"Aya-aya wae." Sambung wempi lagi. Sebuah kalimat yang gak disangka ditiru oleh salah satu presiden negeri ini dikemudian hari.
"Bener lho... Rani titip pesan mau jalan bareng ma wempi, dia tunggu di gerbang sekolah ya." Lanjutnya langsung mentutup pembicaraan.
Di gerbang sekolah si rani sudah menunggu wempi, hati agak deg-deg an dan gak percaya banget tuh anak serius rupanya, maklum ini pertama kalinya wempi ditunggu dan ditaksir oleh seorang cewek, smart lagi. Jago fisika, kimia dan matematiaka.
Jarak antara pintu kelas dengan gerbang lumayan jauh. Wempi berjalan gontai supaya agak lama sampai ke pintu gerbang sambil berpikir apa kata pembuka yang akan wempi ucapkan setelah sampai dan bertatap mata dengannya.
"Hai..." Ternyata hanya kata itu yang wempi ucapkan. "Yuk jalan..." Akhirnya ada juga sambungannya.
Dalam perjalanan yang jadi bahan omongan kami malah teman yang menyampaikan kabar tadi. "kita kok malah ngomongin orang lain." Kami ketawa-ketawi terkekeh-kekeh saja kayak orang begok. Padahal kami sama-sama tau apa tujuan kami jalan bareng sepulang sekolah saat itu, namun tak seorang pun dari kami yang berani mulai berkata-kata.
Hampir dekat ke tempat kos wempi inti yang dimaksud belum juga terucap. Aduh... susah sekali muncung ini tuk memulai mengeluarkan kalimat. Apa benar rani suka sama wempi? apa benar rani ada hati sama wempi?
"Lebay betul kau wemp, dari tadi saya buntuti obrolan kalian entah kemana-mana saja." Sunguh terkejut wempi mendengar omelan teman wempi yang ternyata dari tadi buntutin kami, sial bener...
Agak keki memang tapi wempi beranikan juga tuk menyampaikan kalimat itu, gayung ternyata bersambut... hati berbunga-bunga namun agak bingung, apa pulak yang dia taksir dari wempi nan suka malas bin juara 2 terbodoh dalam kelas ini.
Hari-hari setelah itu selalu dilalui berdua, saling telponan, belajar kimia bersama dan jalan-jalan bareng ke pasar padang [pacarannya ke pasar bow, hehe...]. Sampai malapetaka itu datang menghampiri.
Seorang guru matematika mencium kedekatan kami. Dan ngomong agak 'mistis' di depan kelas di depan kami dan teman-teman sekelas lainya. "Ada buaya dalam kelas ini."
Wempi berusaha untuk tetap tenang, dari caranya menatap, wempi tau yang bu guru maksud pastilah wempi, lagian cuma wempi yang cinlok [cinta lokasi -red] di kelas ini, siapa lagi kalau bukan wempi. "Tau tidak kalian? dalam air tenang banyak buaya, dia tenang-tenang saja seolah-olah tidak ada kejadian apa-apa didalam kelas ini." Lanjut bu guru sambil ngelirik wempi, sontak teman-teman yang lainpun memandang heran ke arah wempi, mungkinkah mereka bertanya-tanya ada apa gerangan dengan wempi.
"Buat yang perempuan berhati-hatilah, kalau ada rambut kalian yang terjatuh kumpulkan dan bawa pulang". Kali ini bu guru menatap melotot jelas ke arah wempi. Membuat wempi salah tingkah. Kenapa bu guru ini bicara seperti itu, kenapa wempi diibaratkan seperti buaya dan dukun segala. Wempi tidak pernah menduakan rani dan wempi tidak pernah mendapatkan hati rani dengan cara perdukunan kalau itu yang beliau maksud.
"Bekas pembalut kalian jangan buang sembarangan, bersihkan dan kubur dalam-dalam, Jangan sampai para buaya itu mendapatkannya." Semua rentetan kata-kata bu guru ini membuat darah muda wempi bergejolak, wempi melangkah keluar meninggalkan ruang kelas dan bu guru yang bangsat itu. Rasa ingin wempi tonjok saja mukanya di kelas itu didepan teman-teman. Tapi itu tidak boleh terjadi jika tidak ingin dikatakan buaya apa lagi dukun yang dimaksud, biarlah teman-teman di kelas membuat opininya masing-masing sesuai kehendak hati dan pikiran mereka.
-----------
Di hari besar lebaran haji, wempi bermaksud pulang kampung untuk merayakan lebaran haji bersama orang tua. Teman yang comblangin wempi dengan rani menyampaikan sepucuk surat dari rani pas dihari keberangkatan. Hanya selembar memang, tidak banyak kata-kata, namuan sedih sekali wempi membacanya... rani tidak tahan dengan gosip yang beredar di sekolah, rani meminta agar hubungan yang spesial ini diakhiri saja.
Oh... rani... apapun keputusan rani bakal wempi terima dan turuti. Wempi bukanlah orang seperti gosip yang beredar di sekolah ini. Wempi tidak akan mempersoalkan apapun pandangan rani terhadap wempi.
-----------
2 bulan berlanjut sejak rani mem PHK wempi secara sepihak tanpa pesangon. Ternyata rani masih menaruh hati kepada wempi, mungkin sebenarnya keputusan rani dulu hanya terdorong emosi sesaat tanpa pikir sana-sini. Teman yang comblangin kita dulu berinisiatif ingin menyatukan kita kembali.
Tapi, sudahlah... mungkin pertemanan spesial kita hanyalah warna-warni di sma... suatu saat nanti rani akan dapatkan cowok yang lebih baik dari pada wempi. Dan ternyata memang benar rani, wempi tanpa sengaja temukan dirimu di pesbuk! Semoga menjadi kenangan yang bermanfaat. Maafkan wempi kalau ada salah... Salam dari jauh...
|