Hari ini (3 Februari 2009) wempi ke bank mandiri ngurusin transfer dana bonus tahunan sebagai penghargaan atas kinerja karyawan selama tahun 2008 (actualy jemput bos selesai transfer dana, hahaha...), alhamdulillah... lumayan wempi nya dapat lebih dari 5x gaji.
walaupun katanya agak kecil pada golongan dan masa kerja yang sama pada tahun sebelumnya. gak apa-apa lah bersyukur jaman krisis global masih dapat bonus dan kenaikan gaji yang juga lumayan pada tahun 2009, hueheuheu....
Perjalanan menuju kesana banyak sekali blokade-blokade aparat kepolisian sehingga butuh waktu lama untuk mencapai kantor bank mandiri yang berada di jalan imam bonjol medan. Setelah lama berkeliling mencari celah, usaha itu berhasil juga wempi berhasil memasuki jalan imam bonjol yang rame banget macet ternyata ada demonstrasi di dprd sumut yang bersebelahan dengan gedung bank mandiri.
Tanya sana sini, para demostran adalah pendukung terbentuknya provinsi tapanuli yang menuntut agar rekomendasi pembentukan provinsi tapanuli segera diputuskan namun sayangnya waktu itu tidak ada pembahasan dalam agenda. Karena kecewe demonstran mulai anarkis melempar batu hingga pengeroyokan mengenai ketua dprd sumut H Abdul Aziz Agkat beserta yang lainnya yang sedang melaksanakan sidang paripurna tentang pergantian antarwaktu anggota DPRD yang mengundurkan diri.
Sangat disayangkan memang, aksi ini kelewat batas, aparat kepolisian juga tidak bisa berbuat banyak, kemungkinan aparat kepolisian sekarang pada takut kena pelanggaran ham kalo bersikap lebih keras terhadap demonstran, kalo aksi anarkis demonstran wempi blon pernah denger komnas ham mengusut ada tidaknya pelanggaran ham.
Aksi ini mengakibatkan meninggalnya ketua dprd sumut H Abdul Aziz Agkat *menurut omongan orang-orang karena kena pukulan/dikeroyok* wempi cek kompas.com dan detik.com ternyata bener adanya.
Wempi lihat betul bagaimana kepolisian berusaha mengevakuasi anggota dewan ke luar komplek dprd sumut dimana akses keluar diblokir oleh demonstran. Kendaraan patroli kepolisian yang mengevakuasi anggota dewan tersebut di lempari batu (besar-besar man... rame seperti hujan). Termasuk wempi lari menyelamatkan diri dari lemparan batu yang nyasar walaupun berada di kompleks bank mandiri.
Aksi lempar batu ini menyebabkan kepala seorang pedagang asongan yang terjebak di kompleks dprd sumut 'bocor'
Sekitar jam 1 siang wempi baru keluar dari kompleks bank mandiri, dimana aksi sudah mulai mereda walaupun masih ada aparat kepolisian dan beberapa orang disana.
Kok sampai segitunya ya orang berunjuk rasa?