Wempi Satria Wempi Satria

GTranslate

English French German Italian Portuguese Russian Spanish Indonesian

Berlangganan

Isikan alamat email:

Google PageRank Checker

Sponsor Wempi

Pasang Iklan di Sini

Banner NoksPi 400x50

Cinta itu sama seperti orang yang menunggu Bus !
Dari Wempi - Resonansi
Rabu, 30 April 2008 16:09

Sebuah bus datang, dan kamu bilang :
"Wah.. terlalu penuh, sumpek, bakalan nggak bisa duduk nyaman neh! Aku tunggu bus berikutnya aja deh."

Kemudian, bus berikutnya datang. Kamu melihatnya dan berkata :
"Aduh busnya kurang asik nih, nggak bagus lagi.. nggak mau ahhh.."

Bus selanjutnya datang, cool dan kamu berminat, tapi seakan-akan dia tidak melihatmu dan lewat begitu saja.

Bus keempat berhenti di depan kamu. Bus itu kosong, cukup bagus, tapi kamu bilang,
"Nggak ada AC nih, bisa kepanasan aku".

Maka kamu membiarkan bus keempat itu pergi. Waktu terus berlalu, kamu mulai sadar bahwa kamu bisa terlambat pergi ke kantor. Ketika bus kelima datang, kamu sudah tak sabar, kamu langsung melompat masuk ke dalamnya.

Setelah beberapa lama, kamu akhirnya baru sadar kalau kamu salah menaiki bus.

Bus tersebut jurusannya bukan yang kamu tuju! Dan kamu baru sadar telah menyia-yiakan waktumu sekian lama.


Moral dari cerita ini :

sering kali seseorang menunggu orang yang benar-benar 'ideal' untuk menjadi pasangan hidupnya.

Padahal tidak ada orang yang 100% memenuhi keidealan kita.

Dan kamu pun sekali-kali tidak akan pernah bisa menjadi 100% sesuai keinginan dia.
Tidak ada salahnya memiliki 'persyaratan' untuk 'calon', tapi tidak ada salahnya juga memberi kesempatan kepada yang berhenti di depan kita.
Tentunya dengan jurusan yang sama seperti yang kita tuju.

Apabila ternyata memang tidak cocok, apa boleh buat.. tapi kamu masih bisa berteriak " Kiri " dan keluar dengan sopan.

Maka berilah kesempatan pada yang berhenti di depanmu, semuanya bergantung pada keputusanmu. Daripada kita harus jalan kaki sendiri menuju kantormu, dalam arti menjalani hidup ini tanpa kehadiran orang yang dikasihi.

Cerita ini juga berarti, kalau kebetulan kamu menemukan bus yang kosong, kamu sukai dan bisa kamu percayai, dan tentunya sejurusan dengan tujuanmu, kamu dapat berusaha sebisamu untuk menghentikan bus tersebut di depanmu, agar dia dapat memberi kesempatan kepadamu untuk masuk ke dalamnya.

Karena menemukan yang seperti itu adalah suatu berkah yang sangat berharga dan sangat berarti. Bagimu sendiri, dan bagi dia.....

Lalu bus seperti apa yang kamu tunggu?

Jangan pernah takut untuk jatuh cinta...mungkin akan begitu menyakitkan dan mungkin akan menyebabkan sakit dan menderita.

Tetapi jika kamu tidak mengikuti kata hati, pada akhirnya kamu akan menangis.

Jauh lebih pedih..... karena pada saat itu kamu baru menyadari bahwa kamu tidak pernah memberi......CINTA ITU SEBUAH JALAN!!!

Lebih baik kehilangan harga diri dan ego mu bersama seseorang yang kamu cintai dari pada kehilangan seseorang yang kamu cintai karena egomu yang tak berguna itu..!!!

 

Dari seorang teman



Komentar
Tambah Komentar Cari
anton   |125.162.75.xxx |2008-05-29 00:15:10
Terkadang bus yang kosong itu membuat kita ragu bos keseringan bus yang kosong berhenti ditengah jalan kemudian mutar lagi ato g' kita dipindahin...Kayaknya Cinta seperti itu juga bos..kalau udah ada yang dekat ato yang memilikinya lah..eh,,dia mulai belagu!!! g' ngerasa udah ada yang memiliki.akhirnya!!ya The end gitu dech!!
Wempi  - bwt: anton     |222.124.130.xxx |2008-05-29 14:45:12
Yang di atas kan resonansi buat yang masih lajang jangan terlalu "menye-menye" dalam mematok kriteria pasangan, bisa-bisa melajang seumur hidup. intrik tentu ada, seperti selingkuh, perceraian, keturunan dll... itu tergantung sibus dan sipenumpang dalam menjalaninya...
Tulis Komentar..
Nama:
e-mail:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang tertera pada gambar.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
Wempi Satria
Wempi NoksPi