|

Pohon mangga dan pohon jambu wempi makin tambah hari makin bolong-bolong saja daunnya abis itu hama kutu putih juga makin banyak lengket menutupi daun. Setiap hari wempi ngutipin [buah] hama kutu putih, belalang hingga ulat bulu yang mengerogoti daunnya. Minggu kemaren wempi mau ngutip lagi, eh... ada ulat bulu kecil-kecil tapi sangat banyak, kemungkinan ada telur-telur mereka baru saja menetas.
Wempi angkat tangan, sepertinya hama ini lebih efektif dan efisien jika diracun saja...
Wempi starting motor dan pergi ke agromart sebuah toko mirip swalayan khusus kebutuhan bertani dan berkebun yang berada di jalan pancing, pinggiran kota medan. Sesampai di situ, ternyata tokonya tutup. Apa tiap hari minggu tutup ya?
Tapi mau gak mau hari ini harus dapat racun hama, kalau tidak bisa habis daun pohon jambu dan mangga dimakan ulat. Wempi lalu lakukan penyisiran di sekitar jalan pancing tapi tidak ketemu. Hanya ada toko buat hewan peliharaan burung dan aquarium saja gak ada toko buat yang sukanya bercocok tanam.
Beberapa lama kemudian sampai akhirnya ketemu toko pertanian itu di pasar tradisional gambir tembung percut sei tuan kabupaten deli serdang. Jauh juga ternyata. Yang jaga toko sudah pasti tahu apa yang wempi butuhkan, wempi cuma bilang "racun buat kutu putih dan ulat ada tidak?"
Penjaga toko kasih rekomendasi racun hama dengan botol kaleng kecil yang sebenarnya buat tanaman cabai dan kacang kedelai. Cukup setengah tutup kaleng itu saja racunnya kemudian dicampur air sebanyak tempat semprot itu. Dan hasilnya mujarab.
Harga racun Rp. 13.000 sedangkan alat semprotnya Rp. 10.000
|