Banyak teman-teman bilang kontrakan wempi (gambar di atas) mahal nian, tapi mo gimana lagi rumah ini sudah wempi kontrak dan sudah wempi sambung untuk satu tahun kedepannya lagi. pada penghujung tahun kemaren pas mo akhir kontrak, nyang punya rumah mo menaikkan harga kontrakan untuk tahun kedepannya, sedikit kecewa emang, baru satu tahun ngontrak tahun depannya langsung naik dan jumlahnya juga tidak sedikit.
Hal ini terjadi karena terlalu banyak yang minta komisi dari pihak keluarga yang punya rumah, kakaknya, adiknya, familiynya yang semuanya pengin mendapatkan komisi dari rumah yang wempi kontrak ini. (ah... mungkin hanya pikirian jelek yang terdalam dari wempi aja) hehehe... Perlu teman-teman ketahui nyang punya rumah ini sekarang berdomisili di luar sumatera utara.
Rumah beliau wempi pelihara seperti rumah sendiri, tidak hanya ini tapi dimanapun wempi ngontrak rumah tsb wempi pelihara layaknya rumah sendiri.
Nyang punya rumah perlu dana buat uang masuk kuliah anaknya, wempi kasih bantu walaupun tanggal akhir kontrakan masih panjang. Keluarganya yang berada di medan butuh kerjaan... wempi bantu juga, tidak hanya keluarganya tetangga di sini, adik kandung wempi, jika sanggup, punya potensi dan talent yang bisa dikembangkan insyaallah pasti wempi bantu.
Alhasil, semuanya jadi rada-rada takut en sungkan sama wempi ditambah lagi tipe wempi yang pendiam abis, ngomong yang perlu-perlu aja dan menjawab jika ditanya saja. cool kayak kulkas.
Pernah wempi minjam alat buat bakar ikan tuk menu buka puasa bulan ramadhan ini. Alatnya itu tidak ada, tapi mereka usahakan sampe ada, dicari-cari kesana-kesini-kesono. Jadi segan nih... hehehe...
Sampai kapankah hal seperti itu akan selalu bertahan? kontrakan yang gak jadi dinaikkan dan wempi juga dimasukkan kedalam program konversi gas, walaupun akhirnya diminta uang lagi karena tidak memiliki katepe medan alias pendatang. Antah lah yuang...! (entahlah -red)
Wempi dan orang rumah pun akhirnya sepakat untuk memiliki rumah saja di medan, sudah bosan dengan teror kontrakan akan naik tahun depan yang slalu diucapkan berulang-ulang kali setiap kali ketemu. Lagian mo pindah-pindah kontrakan (nomaden) seperti kost dulu gak jamannya lagi saat ini, selain capek melelahkan juga.
Kemaren ada yang menawarkan rumah yang sangat cocok dengan kantong wempi. Jalan menuju ke lokasi sungguh berlika-liku dan penuh tantangan, ku berlari ke pantai kemudian belok ke hutan sehingga pecahlah kaca itu. Belok ke kiri trus belok ke kanan, terkadang belok ke kiri nya dua kali begitu juga ke kanan. Kalo tiga kali berarti kembali ke jalan yang tadi dong... muter-muter jadinya.
Dengan perjuangan yang tidak mudah ditambah dengan setengah liter bensin nyampe juga lah wempi di rumah tersebut. Teman-teman mo tau dimana rumah tersebut berada?
Di tengah sawah dan ladang coy... mirip rumah yang diserbu densus 88 anti teror kemaren, terpencil, tersendiri, jauh dari peradaban, Kalo malam pasti gelap banget, secara gak ada lampu penerangan jalannya lagi. Jikalau wempi banyak uang pasti wempi beli tuh buat investasi, tapi ini wempi mo nyari buat di tempati. hiks...hiks... Silakan teman-teman lihat saja gambarnya, wempi gak sanggup lagi bercerita tentang rumah ini.

Ada cerita lain yang lebih seru sewaktu menuju ke lokasi ini lebih tepatnya cerita sial kali ya... tanpa sadar salah satu motor kehilangan kunci kontak di jalan, hueheuheu... akibatnya satu motor mesti didorong dari tengah sawah ke jalan utama yang ada aspalnya. Seperti terlihat pada gambar di bawah kami sedang menunggu ahli kunci. hehehe... mana puasa lagi.

Setelah kunci aspal (asli tapi palsu) dibuat, murah... cuma 15 ribu dapat kunci aspal 2. Perjalanan kami lanjutkan ke rumah satu nya lagi dekat kebun binatang. Rumah yang satu ini pada pandangan pertama begitu menggoda. Ada 3 kamar besar-besar di dalamnya. Tapi wuih... gak sesuai di kantong wempi, sayang banget... harganya selangit buat bayarnya pun gak bisa diganti ama daun.

Kalo wempi sanggup ngambil rumah ini, dalam beberapa bulan wempi bisa-bisa pintar bahasa mandarin dan hokkian nih, karena tetangga yang kebanyakan warga tionghoa. Nilai investasinya pun pasti tinggi karena berada dekat kota. Aje Gileee...
Easy... nyarinya nyantei aja... kalo lengket paste dapat. Ungkapan kata penenang batin.