Tanggal 31 Desember 2009 pada malam hari tentunya dalam rangka menyambut tahun baru 2010 di pekarangan rumah kontrakan wempi di medan diadakan acara kumpul-kumpul gitu deh, sesama penghuni komplek gang dengan jumlah rumah dan penghuni yang gak seberapa. Biasanya dalam kompleks apalagi kota besar antar tetangga biasanya kan kurang bergaul kalaupun bergaul waktunya tidaklah selama ngobrol di warung kopi. Karena rutinitas bakureh [mencari nafkah] membuat 80% waktu berada di tempat kerja dan sisanya buat dirumah. So... tidak ada lagi waktu buat ngobrol-ngobrol dengan tetangga. Yang lebih parah kalo ada yang nanya wempi, Wempi? wempi mana ya? kan lucu banget satu komplek lagi.
Sebelum tahun baru rumput dihalaman wempi bersihkan dulu.
Pas malam tahun barunya begini nih kejadiannya bukan hanya warga kompleks saja yang hadir, luar komplek juga pengin ikutan, hehe... ayo... silakan mari gabung-gabung. Nikmati hidangan ayam bakar dan kerang.
Selesai goreng dan bakar ayam saatnya makan-makan dulu isi perut isi tenaga isi stamina sebelum menyongsong tahun 2010 oyeee....
Tidak cuma makan aja lho... dipekarangan ini tepatnya di garasi mobil wempi sudah dipersiapkan sound system buat karaokean dan ajojing.
Situasi karaokean dan ajojingnya kurang lebih seperti ini, rame nian bro... dan sis... sampe ke jalan [gang maksudnya], haha...
Supaya teman-teman yang baca bisa serasa di pekarangan rumah wempi menikmati bbq ayam dan ajojing sampe tahun 2010 ayo silakan dinikmati videonya.
Semoga tahun 2010 kebersamaan kita semakin terjalin erat, semakin sukses dan semoga terompet yang kita tiup bukanlah terompet malaikat isrofil pertanda kiamatnya dunia ini [Kutipan Hadits: "barangsiapa yang mencontoh2 suatu kaum maka mereka akan dibangkitkan bersama kaum tersebut'].
Tepat jam 00:00 saat nya pesta kembang api nih...
---------------------------------
Pada kesempatan ini wempi juga mau ucapkan bela sungkawa atas berpulangnya mantan presiden kita yang ke empat, KH Abdurrahman Wahid, semoga beliau mendapat tempat yang baik di sisi Allah SWT. Tiap tahun bunga slalu berguguran, tokoh-tokoh bangsa kita berpulang satu persatu, sanggupkah kita bertahan tanpa mereka. Semoga mati satu tumbuh seribu memang benar-benar sebuah petuah nyata.