|


Wempi memasuki lift, sudah ada cewek di dalamnya dan beberapa orang cowok. Si cewek nampak risih, terlihat beberapa cowok curi-curi pandang memperhatikan belahan dada si cewek yang terbuka, merekah, seakan-akan minta diremas/dikenyot. Dia berusaha menarik baju ke atas dan menutupi belahan dada yang terbuka menggunakan rambutnya yang panjang. Tapi dasar si cewek sepertinya tidak sepenuh hati, belahan dadanya tetap saja terbuka. Padahal, jika emang niat rambutnya yang panjang dan lebat itu bisa menutup belahan dadanya dengan sempurna. Tanpa ada celah sedikitpun.
Aktifitas nya ini benar-benar mengganggu wempi, awalnya wempi hanya memandang nomor penunjuk lantai yang ada pada panel lift saja, akhirnya mata ini tertuju juga ke belahan dada yang ia tutup-tutupi dengan separoh niat itu.
"Ngapain sih lo lihat-lihat, kek gak pernah lihat susu aja lu, parno."
Brengsek bener ni cewek kenapa pas di wempi ya? Knapa gak ke cowok lain yang sering curi-curi pandang.
"Kalo gak boleh lihat ditutup dong."
"Eh... terserah gw dong, mau gw bukak apa kagak, lu aja yang otaknya kotor."
"Loh... otak gw kotor? gw cuma lihat... ngelihat berarti otak kotor gitu!"
"Cowok brengsek, setan!"
Pintu lift terbuka, si cewek pun keluar, entah benar itu lantai tujuannya wempi gak ambil pusing.
"Sebenarnya siapa sih yang setan? gw apa dia?" Seloroh wempi ke para cowok yang mesam-mesem dari tadi.
Seorang cewek masuk menggantikan dan pintu lift pun tertutup bergerak menuju lantai selanjutnya. Memiliki dada lebih menonjol dan lebih terbuka, sikapnya biasa saja. Sedangkan seloroh wempi yang tadi belum juga dijawab.
|