|
bbm naik! angkot sudah punya wacana juga untuk naikin tarif. wempi sih setuju aja dengan wacana ini untuk mengimbangi bbm yang subsidinya mulai dikurangi ato mungkin malah dicabut (tapi mungkin juga pemerintah memberikan subsidi khusus untuk transportasi umum) asalkan pelayanannya oke. wempi coba berikan sedikit pengalaman wempi dengan angkot kepada teman-teman, apakah pantas angkot naikin tarif? mohon maaf sebelumnya ini hanya pengalaman yang tidak mengenakkan dari angkot, bagi teman-teman yang punya pengalaman yang seru dengan angkot boleh di share disini.
Wempi mulai menggunakan transportasi umum sewaktu smp (hijrah ke kota padang untuk nuntut ilmu dari kampung kecil di payakumbuh, dengan pemikiran n tingkah yang masih ndeso), waktu itu angkot wempi pergunakan buat transportasi pulang dan pergi sekolah. wempi pernah dipalak preman di dalam angkot seukuran metro mini. preman tersebut kebetulan tiap ketemu minta uang terus, wempi tidak berdaya lagi pas ketemu sewaktu pulang sekolah wempi benar-benar tidak punya uang yang berakibat paha wempi dirobek senjata tajam. akibat kejadian tersebut wempi tidak mau menggunakan angkot lagi, wempi minta emak kirimin sepeda, sampe wempi lulus smp wempi gunakan sepeda dan itu menular pada 4 orang teman wempi lainnya. kami berlima gunakan sepeda pergi dan pulang sekolah sejauh 2KM, lebih asoy lebih nikmat. Kernet, supir dan penumpang lainnya tidak ada yang peduli selama berbulan-bulan wempi dipalak preman tak ada yang peduli dan akhirnya paha kanan wempi dirobek senjata tajam, mungkin juga karena tampang wempi yang bener-bener ndeso kali. Sewaktu sma, wempi terpaksa pake angkot lagi karena jarak rumah dengan sekolah terlalu jauh kalo pake sepeda (angkot ini kecil seukuran mobil keluarga). karena kecil preman jarang berada di angkot ini. tapi supir angkot selalu tidak mengembalikan uang ongkos wempi 'ndeh ndak loh ado pitih ketek doh diak, ndak ba a do kan?' (waduh uang kecil kembaliannya gak ada nih, gpp kan?). hampir tiap hari seperti itu semuanya, ujung-ujungnya kiriman orang tua habis diongkos ja. Dari pada pusing wempi putuskan untuk kost di dekat sekolah, gak tinggal lagi serumah dengan etek (tante-red), Sewaktu kuliah wempi juga milih kost di dekat kampus, tapi wempi butuh juga hiburan pergi kepasar, ke mall ke toko buku dll, terpaksa gunakan angkot lagi dengan perasaan yang was-was. wempi pernah juga terpaksa pulang dengan hidung berdarah ke tempat kost gara-gara nangkap basah copet, gak nyangka copetnya ada 4 orang didalam tuh angkot, supir sama penumpang yang lain cuma bisa diam. Masih banyak lagi yang lain pengalaman yang tidak enak dengan angkot, ada supir yang masih muda kebut-kebutan, angkot yang gak dirawat, menurunkan penumpang seenaknya. dan masih banyak dech... Alhamdulillah, sekarang wempi sudah bisa nyari duit sendiri, lebih baik ngutang (kredit-red) sepeda motor dari pada naik angkot dengan perasaan was-was dan kurang enak. Dengan angkot dari rumah ketempat kerja butuh dana Rp. 7000 1 hari, dengan sepeda motor Rp. 7000 bisa untuk 4 hari. Pengalaman ini sering wempi ceritain kepada teman-teman 'kenapa begitu benci dengan angkot', tapi teman-teman cuma tertawa biasa aja. Mungkin selama menggunakan jasa angkot mereka blon pernah mengalami kejadian seperti yang wempi alami. mungkin tampang wempi yang ndeso bikin preman betah malak wempi. Sekarang angkot seukuran metro mini dari pusat kota ke arah rumah wempi sudah tewas karena tidak ada yang mo make jasanya lagi, padahal dulu banget masih bisa dijumpai sampai jam 11 malam. itu karena siapa? itu ulah siapa? Dijalan sudah didominasi sama kendaraan roda dua yang bejibun.
|
Comments
"PINGGIR BAAANG...!!"
RSS feed for comments to this post