<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
	<channel>
		<title>Ahmadiyah Indonesia Bandel</title>
		<description>Discuss Ahmadiyah Indonesia Bandel</description>
		<link>http://wempi.nokspi.com/opini-a-aspirasi/64-resonansi/86-ahmadiyah-indonesia-bandel.html</link>
		<lastBuildDate>Fri, 10 Sep 2010 12:10:50 +0700</lastBuildDate>
		<generator>JComments</generator>
		<atom:link href="http://wempi.nokspi.com/component/jcomments/feed/com_content/86/10.html" rel="self" type="application/rss+xml" />
		<item>
			<title>jemaat ahmadiyah astana anyar kota bandung sejarah</title>
			<link>http://wempi.nokspi.com/opini-a-aspirasi/64-resonansi/86-ahmadiyah-indonesia-bandel.html#comment-16751</link>
			<description><![CDATA[http://rajapena.ning.com/forum/topics/jemaat-ahmadiyah-astana-anyar]]></description>
			<dc:creator>fajri hamjah</dc:creator>
			<pubDate>Sun, 09 May 2010 16:57:31 +0700</pubDate>
			<guid>http://wempi.nokspi.com/opini-a-aspirasi/64-resonansi/86-ahmadiyah-indonesia-bandel.html#comment-16751</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Bagaimanapun Juga....</title>
			<link>http://wempi.nokspi.com/opini-a-aspirasi/64-resonansi/86-ahmadiyah-indonesia-bandel.html#comment-16116</link>
			<description><![CDATA[Bagaimana pun juga..., Untuk sebuah pembenaran sesuatu yang jelas "salah" pasti ada..., (Bener Ngak?) "Lawong orang Ngerampok aja pasti punya dalil kenapa dia terpaksa harus mencuri". So, kenapa kita harus ikut-ikutan Nabi - Nabi Baru lainnya..., Biarpun mereka Ngoceh sana sini memutar balikan Ayat - ayat Qur'an untuk sebuah pembenaran (seperti yang di lakukan Bani Israil terhadap Kitab Torah), Kita ngak usah percaya! Tanya "Lia Eden"! Tanya "Ahmad Mushadeq"! Tanya Nabi-Nabi Stok Terbaru lainnya!, Pasti mereka punya Dalil Pembenaran Ajaran mereka! Tolong para penganut Nabi - Nabi Baru, silahkan saja bikin Komunitas sendiri. Tolong jangan Ciderai Ajaran yang Agung Nabi Kami (Muhammad SAW). Saudaraku.., selama kita yakin dan percaya pada kebenaran Alqur'an, Hadist serta Ijma' para Ulama', serta memohon kepada Allah untuk senantiasa berlindung dari godaan Syaithan dan Masikhuddajal yang akan muncul di akhir jaman dan mendakwahkan dirinya sebagai Tuhan dan Nabi - nabi. Insya Allah kita Selamat... Rasulullah SAW sebagai Nabi Akhir Zaman saja bukan seorang Ahmadi,Baha'i,Alqiyadah atau Eden! Jadi jangan pernah khawatir akan keselamatan Kita, dan biarkan saja mereka yang hidupnya kasak kusuk untuk sebuah pembenaran..., andai mereka tahu kebenaran itu dimana, mungkin mereka akan sadar Kebenaran itu ada dalam Pribadi dan Ajaran Rasulullah SAW yang lurus.]]></description>
			<dc:creator>ASM@T</dc:creator>
			<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 23:01:59 +0700</pubDate>
			<guid>http://wempi.nokspi.com/opini-a-aspirasi/64-resonansi/86-ahmadiyah-indonesia-bandel.html#comment-16116</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Kalo boleh saya berpendapat</title>
			<link>http://wempi.nokspi.com/opini-a-aspirasi/64-resonansi/86-ahmadiyah-indonesia-bandel.html#comment-15382</link>
			<description><![CDATA[Assalamu'alaikum... Kalo boleh saya berpendapat Sdr.AFR (Assalamu'alaikum...)sudahlah...postingan ini sudah terlalu menarik untuk penjelasan sdr yang sedemikian sangat jelas juga disertai dengan bukti & dalil, sangat terlalu disayangkan menurut saya... saya salut dengan kesabaran anda dalam menanggapi masalah ini...tapi tanggapan mereka sangat membosankan...itu..itu saja cuma diputer sana ...diputer sini....tapi intinya mereka sebenarnya juga ga' ngerti maksud dari tulisan mereka sendiri...jadi sudahlah.... Tuk' sdr Wempi...(Assalamu'alaikum...) Pertama saya salut dengan anda yang telah membuka forum ini...anda berani....tapi..apakah anda juga mempersiapkan orang yang ahli yang nantinya kita buat sebagai sumber..juga agar masalah ini...dapat sesuai dengan relnya....tapi..sudahlah yach..yang penting saya merasa salut untuk anda....n' btw..memang kita boleh memperdebatkan suatu masalah tapi sebelum kita membicarakan " TITIK " kita harus tau dulu "Lingkarannya"..jadi aga' seru ngebacanya....saya merasa.. tadinya seru juga keliatannya...tapi... :sad: Tuk' sdr Chanky (Assalamu'alaikum...) Saya juga sangat menyayangkan yach...coba kalo sdr. AFR ketemu dengan anda....wah...seru juga karena kalo menilai dari kesombongan & gagahnya tulisan anda...tentunya ilmu akidah juga agama anda sangat luar biasa...saya jadi pengen juga nimbrung..tolong yach..(Padahal menurut yang saya tau, kesombongan sangat dibenci oleh ALLAH ...Kesombongan adalah jubahKU..apakah jubah itu juga dipakai oleh anda...itu kalo anda mengerti tentunya..atau..apakah ceritanya anda marah...ghetho) :-) Jadi dari yang saya rangkum...silahkan anda..semua berpendapat...saya sangat menghargai itu..,tapi saya harap .. cobalah untuk mengerti dulu inti permasalahannya ...baru berpendapat... karena...mungkin akan terjadi debat kusir...& malah takutnya nanti.ada juga pihak2 lain yang memanfaatkan keadaan... Terima kasih Wasallam yang lemah.. Inp]]></description>
			<dc:creator>Inp</dc:creator>
			<pubDate>Mon, 09 Mar 2009 10:55:41 +0700</pubDate>
			<guid>http://wempi.nokspi.com/opini-a-aspirasi/64-resonansi/86-ahmadiyah-indonesia-bandel.html#comment-15382</guid>
		</item>
		<item>
			<title>hihi</title>
			<link>http://wempi.nokspi.com/opini-a-aspirasi/64-resonansi/86-ahmadiyah-indonesia-bandel.html#comment-15215</link>
			<description><![CDATA[gak sengaja nemu postingan ini... rame ternyata.. duh, afr.... gw ingin ketawa... coba aja kita ada kesempatan ketemu muka... kita debat buka2an barang sejam - 2 jam.... kalo lo masih yakin dengan kebenaran agama ahmadiyah (dengan dalil2 qur'an dan hadist yang kalian pelintir itu), bahkan sejarah yang kalian "lebay"-kan itu... gw takluk deh.... Berarti emang udah kuat banget keimanan lo pada si nabi palsu, laknatullah mirza ghulam ahmad itu... hihi aniwei... ahmadiyah atau bukan... gak masalah.... gw gak setuju kalo ahmadiyah dibubarin... itu ngelanggar HAM. Tapi ahmadiyah juga harus tau diri... jangan nyebut dirinya sebagai ISLAM... karena itu berarti kalian yang melanggar HAM kami... B)]]></description>
			<dc:creator>chanky</dc:creator>
			<pubDate>Sat, 24 Jan 2009 03:09:46 +0700</pubDate>
			<guid>http://wempi.nokspi.com/opini-a-aspirasi/64-resonansi/86-ahmadiyah-indonesia-bandel.html#comment-15215</guid>
		</item>
		<item>
			<title>bwt Chodirin :Nasionalisme Ahmadiyah</title>
			<link>http://wempi.nokspi.com/opini-a-aspirasi/64-resonansi/86-ahmadiyah-indonesia-bandel.html#comment-14934</link>
			<description><![CDATA[Saya kutip Pernyataan ALi Mursyid, Ketua PC Lakpesdam NU Cirebon mengenai Ahmadiyah : kita bisa menilai seberapa besar nasionalisme Ahmadiyah. Dan saya kira pembaca yang cerdas akan segera membandingkanny a dengan nasionalisme kelompok-kelompok Islam radikal yang getol menyuarakan pemberangusan terhadap Jemaat Ahmadiyah belakangan ini. Bukankah kelompok-kelompok ini jugalah yang menginginkan penerapan formalisasi syariah, menginginkan dasar Negara RI yang Pancasila dan beragam ini diganti dengan ‘negara Islam’ menurut versi mereka sendiri?. Dari sini jelas terlihat, siapa yang ikut mnyumbangkan jasanya bagi nasionalisme dan kebangkitan bangsa ini, dan siapa pula yang hendak membangkrutkann ya?]]></description>
			<dc:creator>AFR</dc:creator>
			<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 16:12:06 +0700</pubDate>
			<guid>http://wempi.nokspi.com/opini-a-aspirasi/64-resonansi/86-ahmadiyah-indonesia-bandel.html#comment-14934</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Bwt : Chodirin</title>
			<link>http://wempi.nokspi.com/opini-a-aspirasi/64-resonansi/86-ahmadiyah-indonesia-bandel.html#comment-14933</link>
			<description><![CDATA[Ahmadiyah turut serta memperjuangkan lahirnya NKRI.Masalahnya, anda, Sdr.Chodirin yang tidak melek sejarah, coba baca buku sejarah dong !!! Founding Fathers Indonesia semisal Bung Karno, Bung Hatta, H.Agus Salim, Tjokroaminoto adalah tokoh-tokoh yang berkembang wawasan keislamannya setelah mempelajari buku-buku Ahmadiyah Coba Baca buku Di Bawah Bendera Revolusi Jilid I karya Bung Karno. Meskipun Bung Karno tidak sependapat dengan kepercayaan Ahmadiyah, namun beliau dengan jujur memuji pergerakan Ahmadiyah yang rasional, broadminded, bahkan Beliau merasa harus berterima kasih terhadap Ahmadiyah. Para anggota Jemaat Ahmadiyah, baik anggota biasa maupun pemimpin-pemimpinya senantiasa ikut aktif bersama-sama rekan sebangsanya memasukkan diri dalam kancah perjuangan baik secara langsung mengangkat senjata sebagai anggota BKR-TKR ataupun sebagai lasykar-lasykar rakyat seperti TRIP dan dalam badan-badan perjoangan lainnya seperti "Kowani", KNI, dsbnya. Ketika itu Pemerintah RI merasa sukar untuk melanjutkan perjuangan di ibukota Jakarta , dan oleh Presiden Sukarno ibukota Republik Indonesia dipindahkan ke Jogyakarta. Ketua PB Jemaat Ahmadiyah Indonesia pada waktu itu adalah almarhum R. Mohammad Muhyiddin pegawai tinggi Kementerian Dalam Negeri , aktif dalam mempertahankan kedaulatan RI di Jakarta , pada tahun 1946 telah diangkat sebagai Sekretaris Panitia Perayaan Kemerdekaan RI yang pertama, yang sedianya juga akan memegang bendera Sang Merah Putih di muka barisan. Akan tetapi delapan hari sebelum sebelum HUT RI yang pertama itu beliau telah diculik oleh Belanda dan hingga kini hilang tak tentu rimbanya. Menurut keterangan Suwiryo mantan Walikota Jakarta, beliau telah dibawa serdadu-serdadu Belanda kesuatu daerah di Depok dan ditembak mati disana. Sebelum Balatentara NICA memasuki dan merebut kota Bandung dua orang Muballigh Ahmadiyah almarhum Abdul Wahid HA dan almarhum Malik Aziz Ahmad Khan telah aktif sebagai penyiar RRI untuk siaran Bahasa Urdu untuk memperkenalkan perjuangan bangsa Indonesia ke benua alit India. Juga bebrapa orang Ahmadi di Padang dan Medan tidak ketinggalan mengambil bagian dalam perjuangan fisik melawan Belanda. Perlu kiranya menjadi catatan, ketika pemerintah RI memrlukan pinjaman uang dari rakyat maka anggota Jemaat Ahmadiyah telah memberikan segenap kemampuan yang ada pada mereka. Sebagai contoh Jemaat Ahmadiyah cabang Garut telah menyumbangkan sejumlah uang kepada pemerintah ketika itu. Pada akhir tahun 1946, tepatnya hari Selasa Legi tanggal 10 Desember 1946, tersiarlah sebuah pernyataan dari Imam Jemaat Ahmadiyah, Pimpinan tertinggi Jemaat Ahmadiyah Internasional yang dimuat dalam surat kabar-surat kabar antara lain "Kedaulatan Rakyat" dengan judul: MEMPERHEBAT PENERANGAN TENTANG REPUBLIK , GERAKAN AHMADIYAH TURUT MEMBANTU. Berikut ini kutipan langsung berita itu dengan ejaan yang telah disempurnakan: "Betapa besarnya perhatian gerakan Ahmadiyah tentang perjuangan kemerdekaan bangsa kita dapat diketahui dari surat-surat kabar harian dan risalah-risalah dalam bahsa Urdu yang baru-baru ini diterima dari India. Dalam surat-surat kabar tersebut, dijumpai banyak sekali berita-berita dan karangan-karangan yang membentangkan sejarah perjuangan kita, soal-soal yang berhubungan dengan keadaan ekonomi dan politik negara, bilografi pemimpin-pemimpin kita , terjemahan dari Undang-Undang Dasar Negara Republik dll. "Selain itu tercantum juga beberapa pidato yang panjang lebar, mengenai "seruan dan anjuran kepada pemimpin-pemimpin negara Islam, supaya mereka dengan serentak menyatakan sikapnya masing-masing untuk mengakui berdirinya pemerintahan Republik Indonesia. Hal yang mengharukan ialah suatu perintah umum dari Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad, pemimpin gerakan Ahmadiyah kepada pengikut-pengikutnya di seluruh dunia yang jumlahnya 1 2 juta orang supaya mereka selama bulan September dan Oktober yang baru lalu ini, tiap-tiap hari Senin dan Kemis berpuasa dan memohonkan do'a kepada Allah SWT guna menolong bangsa Indonesia dalam perjoangannya, memberi semangat hidup untuk tetap bersatu padu dalam cita-citanya , memberi ilham dan pikiran kepadsa pemimpinnya guna memajukan negaranya menempatkan ru'b (ketakutan) didalam hati musuhnya serta tercapainya sekalian cita-cita bangsa Indonesia. "Ketika diadakan peringatan genap satu tahun berdirinya Republik Indonesia, pemimpin tersebut menurut harian "Al-Fazl" -berpidato diantaranya sbb: "Jika bangsa Indonesia akan mendapat kemerdekaan 100%, tentulah hal ini akan berfaedah besar bagi dunia Islam. Untuk hal itu ada baiknya jika negara-negara Islam pada masa ini dengan serentak memperdengarkan suaranya untuk mengakui kemerdekaan Indonesia serta meminta supaya negara-negara lain juga mengakuinya. Selain itu saya berharap supaya seluruh muballigh (utusan) Ahmadiyah yang kini ada di India dan diluar India yaitu Palestina, Mesir, Iran, Afrika, Eropa , Kanada, Amerika Selatan dll, mendengungkan serta menulis dalam dalam surat-surat kabar harian dan majalah -majalah yang mereka keluarkan, karangan-karangan yang berhubungan dengan perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia , khususnya meminta kepada negara-negara Islam untuk membantu bangsa Indonesia mencapai kemerdekaannya. Soal kemerdekaan Indonesia harus tiap-tiap waktu didengung-dengungkan, supaya negara-negara didunia ini memperhatikan hal itu. Sudaj menjadi haknya bangsa Indonesia untuk merdeka dimasa ini. bangsa ini adalah bangsa yang maju, memiliki peradaban tinggi serta mempunyai pemimpin-pemimpin yang bijaksana. Mereka dalah suatu bangsa yang besar dan bersatu . Bangsa Belanda yang jumlahnya begitu kecil sekali-sekali tidak berhak untuk mmerintah mereka ".............("Kedaulatan Rakyat" Selasa Legi, tanggal 10-12-1946). Pencipta lagu Indonesia Raya, WR.Supratman adalah anggota Ahmadi.Begitu pula tokoh mahasiswa Angkatan 66, Arif Rahman Hakim adalah anggota pemuda Ahmadiyah. So, perlu bukti apalagi Sdr.Chodirin ?]]></description>
			<dc:creator>AFR</dc:creator>
			<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 15:24:49 +0700</pubDate>
			<guid>http://wempi.nokspi.com/opini-a-aspirasi/64-resonansi/86-ahmadiyah-indonesia-bandel.html#comment-14933</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Hebat</title>
			<link>http://wempi.nokspi.com/opini-a-aspirasi/64-resonansi/86-ahmadiyah-indonesia-bandel.html#comment-14932</link>
			<description><![CDATA[Hebat...ditengah penentangan kepada Ahmadiyah, sistem khilafat Ahmadiyah sudah mencapai 100 tahun.Gimana tuh Hizbut Tahrir ?? Anda kok tidak berhasil-berhasil juga menegakkan Khilafat.]]></description>
			<dc:creator>Denny</dc:creator>
			<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 17:43:23 +0700</pubDate>
			<guid>http://wempi.nokspi.com/opini-a-aspirasi/64-resonansi/86-ahmadiyah-indonesia-bandel.html#comment-14932</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Guest says:</title>
			<link>http://wempi.nokspi.com/opini-a-aspirasi/64-resonansi/86-ahmadiyah-indonesia-bandel.html#comment-14931</link>
			<description><![CDATA[Seringkali para Nabi memang tidak melihat secara langsung atau menikmati hasil yang diperjuangkanny a. Nabi Musa AS ketika berhasil melepaskan kaum Yahudi (Bani Israil) dari cengkraman Fir'aun dan sedang diperjalanan menuju tanah yang dijanjikan di daerah Kana'an, Beliau AS wafat di perjalanan sebelum sampai di Kana'an.Begitu juga Rasulullah Saw, setelah Beliau Saw memasuki Mekkah pada peristiwa Futuh Mekkah, tidak beberapa lama kemudian beliau wafat.Tetapi Allah menjanjinkan apa yang dinamakan Qudrat Kedua, yakni sistem kekhalifahan. Jadi, setelah Nabi Saw wafat, kepemimpinan Islam tetap ada dengan adanya Khulafaur Rasyiddin yang empat itu. Di Zaman ini kemenangan Islam semakin meluas melewati Jazirah Arabia.Begitu pula, Hz.Mirza Ghulam Ahmad wafat pada 1908, dan kepemimpinannya diteruskan oleh para khalifahnya, hal ini sesuai dengan sunnah Nabi Saw.]]></description>
			<dc:creator>Guest</dc:creator>
			<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 17:39:30 +0700</pubDate>
			<guid>http://wempi.nokspi.com/opini-a-aspirasi/64-resonansi/86-ahmadiyah-indonesia-bandel.html#comment-14931</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Sistem Khilafah penerus kenabian</title>
			<link>http://wempi.nokspi.com/opini-a-aspirasi/64-resonansi/86-ahmadiyah-indonesia-bandel.html#comment-14930</link>
			<description><![CDATA[Ketika Nabi Muhammad Saw wafat, maka beliau digantikan oleh para khalifah, yakni Abu Bakar ra, Umar ra, Utsman ra, dan Ali ra. (Khulafaur Rasyidin)Ini merupakan sunnah ketika Nabi Saw wafat digantikan oleh para khilafahnya.Kemudian beliau bersabda di akhir zaman nanti (sekarang ini) Khilafah ala minhajinnubuwwa h (Sistem Khilafah berdasarkan kenabian)akan bangkit kembali. Hal ini sudah terbukti. Ketika Hazrat Mirza Ghulam Ahmad as wafat, estafet kepemimpinan diteruskan melalui sistem khilafat seperti di zaman Rasulullah Saw, sekarang Khalifah Ahmadiyah sudah yang ke-5, Hazrat Mirza Masroor Ahmad. Dan usia kekhalifahan Ahmadiyah di tahun 2008 ini sudah mencapai 100 tahun karena dimulai semenjak 1908.]]></description>
			<dc:creator>AFR</dc:creator>
			<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 01:09:33 +0700</pubDate>
			<guid>http://wempi.nokspi.com/opini-a-aspirasi/64-resonansi/86-ahmadiyah-indonesia-bandel.html#comment-14930</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Satu lagi dalil mengenai kewafatan Nabi Isa as</title>
			<link>http://wempi.nokspi.com/opini-a-aspirasi/64-resonansi/86-ahmadiyah-indonesia-bandel.html#comment-14929</link>
			<description><![CDATA["Dan Muhammad tiada lain seorang Rasul, sesungguhnya telah berlalu Rasul-rasul sebelumnya." (Ali-Imran 145)]]></description>
			<dc:creator>AFR</dc:creator>
			<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 00:58:31 +0700</pubDate>
			<guid>http://wempi.nokspi.com/opini-a-aspirasi/64-resonansi/86-ahmadiyah-indonesia-bandel.html#comment-14929</guid>
		</item>
	</channel>
</rss>
